5 Pelajaran Penting dari Buku Sakti: Rich Dad Poor Dad

  1. Bukan seberapa besar uang yang kamu hasilkan. Tapi seberapa besar uang yang bisa kamu simpan 

Banyak yang sudah paham bagaimana proses mencari uang. Belajar yang rajin, mendapatkan pekerjaan setelah lulus, dan bekerja keras dalam pekerjaan tersebut. Tapi gak banyak yang tahu bagaimana cara mengelola keuangan. Robert Kiyosaki pun membagikan prinsipnya untuk mengatasi masalah banyak orang ini di buku Rich Dad Poor Dad.

Dalam buku ini, kamu akan memahami perbedaan antara aset dan kewajiban (biaya cicilan, sewa rumah, dan sejenisnya yang bersifat ‘wajib’). Kemudian, dari situ kamu bisa memperbaiki tabunganmu dan memastikan bahwa uang yang keluar tidak lebih banyak dari uang yang masuk.

  1. Hanya orang berani yang bisa meraih kesuksesan 

Faktor keberanian ternyata memegang peranan yang sangat penting dalam kesuksesan, bahkan melebihi faktor kepintaran. Nilai akademik yang didapatkan saat kelulusan tidaklah menjadi penentu masa depan. Jika disimpulkan dengan lebih sederhana, maka orang yang sukses adalah mereka yang berani mengambil resiko dan membuat keputusan besar.

  1. Pemikiran adalah aset terbesar 

Pemikiran-pemikiran dengan solusi kreatif sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah finansial. Kamu bisa menanyakan dua pertanyaan dari Kiyosaki berikut jika kamu sedang terjebak dalam mengatasi masalah finansial. 

  1. Jika tidak ada kesempatan atau peluang yang datang, langkah apa saja yang bisa diambil untuk memperbaiki kondisi finansial?
  2. Jika ada peluang yang datang, tetapi kamu tidak memiliki uang maupun pinjaman dari bank, apa lagi yang bisa kamu lakukan untuk meraih peluang tersebut?

Pertanyaan tersebut akan membantu kamu untuk menggali berapa banyak solusi yang bisa kamu temukan untuk mengatasi sesuatu yang terjadi tersebut.

4. Fokus Lah pada aset, bukan pada gaji 

Jika sebagian orang masih berfokus pada gaji mereka, maka orang-orang sukses akan berfokus pada aset yang mereka miliki. Orang-orang sukses memiliki pemikiran agar  uang yang bekerja untuk mereka. Maka dari itu, mulailah untuk berinvestasi pada saham, emas, ataupun properti. 

5. Jika kita tidak pernah jatuh, kita tidak pernah belajar 

Takut untuk gagal masih sering dialami oleh banyak orang. Padahal, sebenarnya kita bisa belajar dari kegagalan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan untuk kemudian bangkit. Itulah mengapa jika kita tidak pernah jatuh, kita tidak pernah belajar. 

Kiyosaki meyakini bahwa konsep ini juga berlaku dalam kesuksesan, di mana kegagalan pasti menjadi bagian di dalamnya. Jadi, kalau kamu mengalami titik terendah dalam kondisi finansial, pastikan kamu bisa belajar dari kesalahan tersebut dan bangkit kembali!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.