Black Thursday Berulang di Era Ini?

Ada sebuah cerita yang pernah terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1929, peristiwa tentang “The Wall Street Crash of 1929”.

Ketika itu kota New York sedang bertumbuh menjadi pusat finansial yang metropolis. Pada masa itu, New York Stock Exchange (NYSE) merupakan bursa efek terbesar yang ada di dunia

Banyak orang berhutang sampai rela mengajukan pinjaman lagi demi mendapatkan kepemilikan perusahaan di industri Amerika Serikat.

Kegembiraan dari keuntungan besar pasar yang bergairah seketika  berakhir suram pada hari kamis tanggal 24 Oktober 1929, dikenal dengan sebutan Black Thursday

Terjadi kepanikan di mana semua orang menjual saham yang dimilikinya, mencoba menghapus kepemilikan perusahaan di industri Amerika Serikat.

Chat tersebut menunjukkan cerita Black Thursday berulang di era ini dimana orang-orang berusaha sampai rela berhutang untuk mendapatkan kepemilikan perusahaan atau saham. Tanpa disadari pasar berbalik dan harga saham jatuh.

Dari chat dan sepenggal kisah Black Thursday, kita belajar bahwa pintar dalam membeli saham itu penting, jangan FOMO, dan hindari berhutang untuk membeli saham.

Pilihlah investasi yang cocok dengan profil risiko kita. Pilihlah investasi yang resikonya dapat ditolerir. Jangan berhutang untuk sesuatu yang tidak pasti.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.