Cerita Seorang Anak yang Memilih Uang Rp,500 Daripada Rp,1000

Suatu hari, ada orang kaya yang hidup sederhana sedang makan di warung pinggir jalan. Ketika menikmati makanannya, orang kaya tadi melihat seorang anak kecil berlari-lari dan bermain di dekat warung itu. Ia memperhatikan anak kecil itu bermain dengan riang dan gembira.

Ketika selesai makan, orang kaya itu menghampiri penjual untuk membayar makanannya. Sambil menyodorkan kembalian, tiba-tiba penjual itu berkata, “Anak itu adalah anak terbodoh yang pernah aku temui”, ucap penjual sambil menunjuk anak yang bermain di dekat warung tadi. “Kok bisa?”, tanya orang kaya penasaran.

Si penjual berniat membuktikannya lalu ia mengambil uang dengan nominal berbeda, Rp, 500 di tangan kanan dan Rp, 1000 di tangan kiri. Lalu si penjual memanggil anak kecil tersebut dan menyodorkan uang tersebut. Ia menyuruh anak tersebut untuk memilih. Anak tersebut dengan cepat mengambil uang Rp, 500 lalu pergi tanpa mengatakan apapun.

Merasa benar penjual tadi kembali berkata kepada orang kaya, “Benarkan apa yang saya katakan tadi, anak itu memang bodoh”. “Berulang kali aku beri dia uang, ia selalu memilih nominal terkecil”, sambung penjual.

Merasa penasaran, orang kaya tadi akhirnya keluar dari warung makan lalu menghampiri anak kecil tersebut dan bertanya, “Mengapa kamu tidak memilih uang Rp, 1000 tadi? Mengapa kamu ambil nominal yang paling kecil?”

Anak kecil itu menjelaskan, “Aku bisa saja mengambil uang dengan nominal Rp, 1000 paman, tapi jika aku mengambil uang dengan nominal Rp, 1000, permainan akan selesai. Aku tidak akan dapat lagi Rp, 500 setiap harinya dari si penjual yang ingin membuktikan aku ini bodoh.”

Orang kaya tersebut kagum dengan jawaban anak kecil. Seorang anak kecil yang dianggap bodoh ternyata lebih cerdik daripada yang orang-orang kira. Ia tidak hanya memikirkan keuntungan yang bisa didapat di hari ini, tapi juga masa depan.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.