menyimpan uang

Dana Darurat atau Emergency Fund

Dana darurat atau emergency fund adalah sejumlah uang yang dicadangkan dan dialokasikan terpisah untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya darurat.

Artinya, dana ini hanya akan Anda gunakan untuk menghadapi hal-hal darurat yang tidak kita perhitungkan di dalam Anggaran Rumah Tangga yang telah dibuat.

Intinya, dana digunakan hanya untuk hal-hal darurat yang tiba-tiba atau tidak kita rencanakan terjadi sehingga tidak mengganggu anggaran rutin yang sudah Anda buat.

Apa saja yang bisa Anda anggap sebagai dana darurat?

  • Motor atau mobil yang tiba-tiba rusak, mengganti ban, kendaraan mogok, atau keserempet.
  • Mengganti peralatan rumah tangga yang tiba-tiba rusak, furnitur, elektronik, ponsel, pompa air, dan lainnya.
  • Sakit mendadak dan membutuhkan biaya yang tidak bisa ditunda.
  • Terjadi kecelakaan di jalan.
  • Mendadak harus keluar kota.
  • Terkena PHK atau kehilangan pekerjaan.
  • Dan biaya-biaya lain yang tidak direncanakan.

dana darurat

Berapa Jumlah Dana yang Dibutuhkan?

Jumlah kebutuhan dana tentu berbeda-beda tergantung kondisi keuangan dan jumlah anggota keluarga. Agar lebih jelas, simak perkiraaan berikut ini:

  • Jika Anda masih jomlo dan belum ada tanggungan, biasanya 3 kali pengeluaran bulanan.
  • Untuk keluarga kecil yang baru menikah, tetapi belum mempunyai anak, biasanya 6 kali pengeluaran bulanan.
  • Lain halnya untuk keluarga besar dan telah memiliki anak, bisa 9-12 kali pengeluaran bulanan.

Semua dikalikan dengan pengeluaran bulanan dan bukan pemasukan. Jika pengeluaran bulanan Anda Rp5 juta, untuk yang jomlo membutuhkan Rp15 juta.

Lain halnya untuk pasangan suami istri yang belum mempunyai anak memerlukan sekitar Rp30 juta, sedangkan bagi keluarga besar berkisar antara 45-60 juta rupiah.

Makin besar pengeluaran bulanan, akan makin tinggi pula dana darurat yang dibutuhkan. Begitu pula sebaliknya.

menyimpan uang

Wah, banyak juga, yah. Bagaimana cara mempersiapkannya?

Dana Darurat tidak harus bulan depan ada, Anda harus mempersiapkannya secara bertahap.

Namun, perencanaannya harus didahulukan dalam RABTK Prioritas III yang Anda susun yang seharusnya dibuat sebelum merancang investasi.

Contoh kasusnya seperti berikut:

Budi sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak, pemasukan dan pengeluarannya Rp5 juta.

Berapakah dana darurat yang harus disiapkan? Dan, bagaimana cara menyiapkannya?

Karena Budi termasuk ke dalam kategori keluarga besar, maka hitungannya menjadi 9-12 x dari biaya pengeluaran.

Maka, Dana Darurat yang dibutuhkan Budi adalah 9 x 5 juta = Rp45 juta.

Jika dalam sebulan dia menganggarkan 10% pemasukannya atau sekitar Rp500 ribu untuk mempersiapkan dana tersebut, diperlukan 90 bulan atau 7,5 tahun untuk mencapainya.

Wow, lama juga, yah! Oleh sebab itu, sebaiknya dana ini sudah dipersiapkan sejak masih jomlo sehingga ketika sudah menikah dan mempunyai anak, uangnya sudah terkumpul.

Tempat Menyimpan Dana Darurat

Dana darurat harus disimpan pada produk-produk keuangan yang mudah diakses, likuid (mudah didapatkan), dan aman. Agar ketika terjadi kejadian darurat, Anda bisa cepat menggunakannya.

menyimpan uang

Beberapa produk yang biasanya dipakai adalah Tabungan, Deposito, dan Logam Mulia. Bisa juga menggunakan Reksadana.

Tantangan yang dihadapi dalam menyiapkan porsi dana ini adalah faktor likuid dan peningkatan dari kebutuhan.

Di satu sisi, dana darurat harus mudah diakses, likuid, dan aman. Namun, di sisi lain kebutuhan cenderung meningkat setiap tahunnya.

Hal ini disebabkan adanya kenaikan pengeluaran bulanan rumah tangga setiap tahunnya.

Maka, sebaiknya uang tersebut dibagi ke dalam beberapa tempat sehingga dana darurat tetap likuid, tetapi juga bisa berkembang.

Ketika karyawan ingin mengundurkan diri dan membuka usaha, maka dana ini wajib sudah tercukupi.

Hal ini untuk menghidari risiko ketika usaha belum menghasilkan, Anda masih bisa punya uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Demikian sedikit sharing dari saya. Ini sih teorinya, semuanya dikembalikan ke keluarga kita masing-masing.

Karena fungsi utamanya untuk membuat keluarga Anda tetap bahagia dan aman secara keuangan, jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.

Tujuan lainnya supaya jika terjadi hal-hal yang darurat, Anda tidak perlu pusing meminjam ke sana-sini, karena semuanya sudah dipersiapkan.

Mari berjuang kawan-kawan, untuk membesarkan perusahaan rumah tangga kita masing-masing, dimulai dengan memperbaiki pengelolaan keuangannya dan disiplin menjalankannya.

Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kita rezeki yang halal, berkah, dan banyak.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.