definisi sukses menurut Islam

Nasihat Tentang Definisi Kesuksesan

Suatu waktu saya bertanya-tanya sendiri, apa sebenarnya definisi kesuksesan?

Kemudian, di tengah kegelisahan yang sangat, tiba-tiba aku teringat dengan nasihat Guruku, guru kehidupan serta guru yang menjadi perantara hidayah Allah Swt. ke diri ini.

“Assalamu’alaikum…. Abang, tolong beri saya nasehat, tentang definisi kesuksesan, rasanya sudah mulai gersang perjalanan ini.”

Tanpa waktu yang lama, SMS yang saya kirimkan kemudian dibalas olehnya.

Beliau menjawab,

Ketika Allah Ta’ala rindu kepada seorang hamba, Dia akan mengirimkan sebuah kado istimewa melalui Malaikat Jibril yang isinya adalah Ujian.

definisi kesuksesan

Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman,

“Pergilah pada hambaKu, lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.”

(HR.Thabrani dr Abu Ummah)

“Siapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya sehingga ia tidak mengingat Allah Swt. (tidak berzikir), maka Allah Swt. akan menanamkan 4 penyakit,

Kebingungan yang tiada putus-putusnya, kesibukan yang tiada pernah ada ujungnya, kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi, dan khayalan yang tiada berujung.”

(HR.Muslim)

Definisi Kesuksesan: Meraih Sukses dengan Tawakal

Sejatinya Islam telah memberikan kisi-kisi untuk mencapai kesuksesan. Bukan sekadar sukses di dunia, melainkan untuk di akhirat kelak.

Langkah menuju sukses itu dimulai dari bertakwa, sebagaimana firman Allah Swt.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”

(QS. Ath Tholaq: 2-3)
definisi sukses menurut Islam

Seorang muslim juga dituntut untuk tetap berusaha dengan menyandarkan harapan sepenuhnya hanya kepada Allah Swt. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:

[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”

Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu aktsari (biar Allah yang memperbanyak).”

(HR. Ahmad no. 11149, 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini jayyid (bagus). Syaikh Musthofa Al ‘Adawi mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

Astaghfirullah… Jawabannya singkat, padat, JLEB.
Siapa yang bangun tidur lalu ponsel yang dicari?

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.