Kesalahan Atur Keuangan Usia 20-an

Usia dua puluhan merupakan usia produktif seseorang. Di usia ini, orang banyak mencoba berbagai hal dan belajar banyak hal. Namun di usia ini juga lah mereka banyak melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan

#1 Gaya Hidup Tinggi

Di usia dua puluhan, seseorang mulai masuk ke dalam dunia kerja. Merasa dapat menghasilkan uang sendiri, mereka cenderung menghabiskan uang untuk membeli gaya hidup. Sifat impulsif hampir dimiliki oleh orang-orang di usia ini. Apalagi sekarang teknologi memberikan kemudahan berbelanja secara online. Ditambah banyak sekali promo dan diskon menjadikan keinginan kita untuk membeli barang menjadi tak terkendali.

#2 Nongkrong Unfaedah

Nongkrong adalah salah satu kebiasaan yang remeh tapi bisa bikin kantong kamu jebol. Nongkrong tanpa tujuan membawa dampak pemborosan yang tidak disadari. Misalnya kita membeli satu porsi makan siang di cafe, paling tidak akan menghabiskan  Rp30.000. Sehingga dalam seminggu kita menghabiskan uang sebesar 210.000 atau setara dengan Rp600.000 per bulan) hanya untuk makan siang, sarapan dan makan malam belum terhitung.

#3 Tidak Menabung

Kesalahan keuangan lainya adalah tidak menabung. Sebagian orang cenderung menghabiskan gaji bulanannya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dalam satu bulan, sehingga tidak ada sisa uang yang dapat ditabung untuk dana darurat maupun dana pensiun. Merasa berpikir bulan depan akan menerima gaji lagi sehingga lupa untuk menyimpan uang untuk hal tak terduga. Ketika hal yang tak diinginkan terjadi, sebagian dari orang akan lari ke utang karena terlalu lama untuk menunggu uang selanjutnya akan cair.

#4 Kredit Mobil Baru

Terakhir, selain tidak menabung untuk dana darurat, ketika seseorang memiliki penghasilan tetap perbulan, mereka cenderung akan membeli barang yang dapat dicicil dengan gajinya. Sifat impulsif dari diri akan mengutarakan keinginan kita untuk membeli barang impian dengan pembayaran kredit, seperti kredit mobil. Namun sebagian orang lupa ketika membeli mobil, mereka juga harus memikirkan biaya-biaya lainnya seperti pajak, biaya maintenance, dan asuransi.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.