menghabiskan uang dengan tepat

Menghabiskan Uang di Jalan yang Benar

Ke mana selama ini Anda menghabiskan uang? Apakah Anda pernah membuat perencanaan keuangan untuk semua aliran uang yang Anda miliki?

Sebelum menjawab, saya mengajak Anda untuk melihat berbagai permasalahan keuangan lantaran pilihan cara menghabiskan uang.

“A good financial plan is a road map that shows us exactly how the choices we make today will affect our future.” – Alexa Von Tobel

Pentingnya Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga

mencatat keuangan

Berdasarkan data dari Kementerian Agama di tahun 2014, 1 dari 10 pernikahan di Indonesia berakhir dengan perceraian.

Data yang dilansir Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (MA) menyebutkan, dari 285.184 perkara perceraian, sebanyak 67.891 kasus (24%) karena masalah keuangan.

Angka tersebut disusul oleh masalah perselingkuhan sebanyak 20.199 kasus (7%), serta 2.191 kasus (3%) karena kekerasan dalam rumah tangga.

Salah satu hal yang menyebabkan terjadinya permasalahan keuangan pada diri dan rumah tangga adalah minimnya ilmu mengelola keuangan yang baik. Penentuan prioritas dalam pengeluaran adalah salah satunya.

Permasalahan keuangan Anda dapat ditandai dengan perasaan bahwa uang yang ada tidak pernah cukup.

Anda kemudian merasa perlu berutang untuk menutupi setiap kebutuhan sehingga utang selalu bertambah dan menumpuk. Alhasil, Anda kebingungan bagaimana cara membayarnya.

Pada akhirnya, kehadiran utang yang menumpuk menjadi terusik. Kebutuhan dasar Anda seperti kebahagiaan, ketenangan, keamanan, dan keharmonisan rumah tangga menjadi terganggu karena “teror hutang”.

Mulai Mempelajari Pengelolaan Keuangan

financial literacy

Agar kasus di atas tidak terjadi, mari Anda mewajibkan diri dan pasangan untuk mulai mempelajari ilmu pengelolaan keuangan sederhana.

Inilah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh semua orang, apa pun pekerjaannya.

Banyak yang merasa tidak perlu mempelajari pengelolaan keuangan karena merasa pendapatannya kecil. Padahal, pendapatan kecil menjadi alasan mengapa Anda perlu mengatur keuangan.

Dengan demikian, perusahaan yang bernama rumah tangga bisa berjalan dengan lancar dan tahan lama serta tidak bangkrut di tengah jalan.

Dalam hal ini, suami dan istri harus sama-sama belajar. Dimulai dari yang sederhana seperti membaca buku tentang financial planning, artikel-artikel di Google, mengikuti seminar keuangan, pelatihan perencanaan keuangan, hingga berkonsultasi dengan ahli.

Mungkin Anda tidak mempunyai kekuasaan untuk merekayasa pemasukan, tetapi Anda seharusnya memiliki kemampuan untuk mengontrol semua pengeluaran.

Atau, jangan-jangan Anda pun tidak mempunyai kekuasaan untuk mengelola pengeluaran sendiri?

Berikut adalah uraian bagaimana Anda dapat mengelola keuangan rumah tangga secara sederhana, tetapi memberikan dampak yang baik.

Cara ini dapat dilakukan dengan memosisikan diri Anda sebagai pemegang kendali keuangan di dalam hidup.

1. Ubahlah pola menabung Anda. Jika biasanya dari sisa pengeluaran, ubah menjadi persentase dari pendapatan.

2. Pendapatan harus dihabiskan, jangan disisakan. Alokasikan pengeluaran ke pos-pos yang Anda tentukan sendiri.

3. Ada 4 pos besar untuk menghabiskan uang, yaitu:

  • Kewajiban sosial (Zakat, Infak, Sodaqoh),
  • Kewajiban pihak lain (utang dan cicilan),
  • Hak diri kita di masa depan (tabungan dan investasi),
  • Hak diri kita sekarang (biaya hidup dan belanja).

Mengenal 2 Prioritas Menghabiskan Uang

mengelola uang

Prioritas I, kewajiban sosial Anda sebagai makhluk di antaranya, zakat, infak, sodaqoh, membantu orang lain, membahagiakan orang tua dan sebagainya.

Semua dianggarkan dengan besaran minimal 2,5% dari pendapatan Anda.

Prioritas II, kewajiban Anda kepada orang atau pihak lain. Di antaranya adalah cicilan utang ke teman atau saudara, utang KPR, utang kartu kredit, dan utang lainnya.

Jika ingin berutang pertimbangkan dengan matang, Anda harus mampu mengukur kemampuan membayar utang.

Agar keuangan keluarga Anda sehat, patokan batas maksimal cicilan utang adalah 30% dari pendapatan. Kalau  sudah punya utang, mulailah dibenahi dan buatlah rencana cicilan utangnya.

Prioritas III adalah hak Anda di masa depan di antaranya adalah dana darurat, tabungan jangka pendek dan investasi. Alokasi dana ideal untuk prioritas ketiga ini minimal 10% dari pendapatan.

Memiliki dana darurat adalah salah satu hal yang penting. Gunanya untuk mengantisipasi ketika ada kebutuhan mendesak dengan jumlah besar di masa yang akan datang dan tidak terencana seperti PHK, kecelakaan, motor rusak, sakit dan sebagainya .

Anggarkan juga tujuan keuangan seperti berlibur, umrah, naik haji, membeli motor, mobil, dan lain-lain.

Prioritas IV adalah hak Anda di masa sekarang. Pos anggaran ini menjadi prioritas yang paling bawah karena Anda memiliki kekuasaan penuh untuk mengaturnya.

Pembagian Biaya Hidup

prioritas pengeluaran

Biaya hidup dibagi menjadi dua yaitu fixed cost dan flexible cost. Fixed cost lebih diprioritaskan ketimbang flexible cost.

Contoh dari fixed cost adalah uang sekolah anak, uang listrik, uang air, dan sebagainya yang rutin dikeluarkan dan besarannya tidak bisa Anda tentukan.

Di sisi lain, flexible cost seperti uang makan, belanja baju, belanja dan sebagainya, masih bisa Anda tentukan besaran yang akan dikeluarkan.

Jika sudah menentukan semua prioritas, buatlah pembukuan secara tertulis menjadi Rancangan Anggaran Belanja Rumah Tangga (RABRT).

Setiap ada pemasukan dan pengeluaran arahkan semua sesuai dengan rancangan yang sudah Anda buat. Semua urutan prioritas di atas jangan dibolak-balik, ya!

Dalam pembuatan pencatatan keuangan Anda bisa menggunakan Excel, aplikasi keuangan di smartphone atau catatan manual di buku tulis. Terserah, yang penting ada.

Kalau saya dan istri di awal menggunakan metode MBA “Managemen by Amplop”. Jadi ketika ada uang masuk, langsung saya pisahkan ke amplop-amplop tersebut.

Amplopnya terbagi menjadi beberapa keperluan seperti untuk bayar listrik, biaya mobil, biaya jalan-jalan, biaya makan, dan lain-lain.

menghabiskan uang dengan tepat

Jadi setiap mau mengeluarkan duit untuk makan, harus dari amplop anggaran makan. Untuk sedekah, amplop khusus sedekah.

Jika duit di amplop tertentu habis, saya tidak bisa mengambil dari amplop yang lain, harus menunggu uang masuk berikutnya. Kurang lebih begitu.

Akan tetapi, itu di awal-awal, kalau sekarang saya sudah pakai aplikasi Money Manager. Semua hal di atas tidak akan menjadi penting bila Anda tidak disiplin dan istikamah.

Saya dan istri sudah membiasakan diri untuk mencatat dan mengelola keuangan sejak awal nikah. Saya bahkan masih punya data pengeluaran saya dari tahun 2013.

Mari berjuang kawan-kawan, untuk membesarkan perusahaan rumah tangga Anda masing-masing.

Mulailah dengan memperbaiki pengelolaan keuangan dan disiplin menjalankannya. Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kita rezeki yang halal, berkah, dan banyak.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.