Niat Investasi Ingin Untung Eh Malah Buntung, Kok Bisa?

Pernah ga sih kalian investasi niatnya pengen dapet duit banyak tapi malah rugi? Mungkin beberapa hal ini yang menjadi penyebab mengapa investasi bisa berujung kegagalan.

  1. Keinginan Menjadi Kaya Dalam Semalam

Investasi memang dapat memberikan timbal balik yang positif bagi investor. Namun, perlu diketahui bahwa tidak ada yang pasti dalam dunia investasi karena keuntungan atau kerugian dari investasi berasal dari kinerja perusahaan itu sendiri. 

  1. Tidak Melakukan Diversifikasi

Diversifikasi merupakan penganekaragaman dalam menempatkan dana investasi ke dalam instrumen yang berbeda. Tujuan utama dari diversifikasi adalah menghindari risiko kerugian dalam satu waktu.

Sebagai contoh, jika kita hanya berinvestasi pada sebuah saham kemudian nilai saham perusahaan tersebut melemah atau mengalami penurunan, maka seluruh uang yang berada dalam investasi saham itu secara keseluruhan akan berkurang dan potensi rugi yang sangat besar.

  1. Investasi Karena Ikut-Ikutan Trend

Salah satu hal yang menyebabkan sebagian orang gagal dalam investasi adalah berinvestasi hanya karena mengikuti trend. Seseorang yang berinvestasi harus memiliki tujuan atau target yang ingin dicapai seperti ingin memiliki tabungan untuk beli rumah, naik haji, dana darurat, dan lain-lain.

Hal ini penting bagi investor karena dengan menetapkan tujuan investasi,  kita dapat mengerti penempatan investasi yang pas untuk setiap kebutuhan. Misalnya kita lebih baik menempatkan anggaran dana darurat ke dalam investasi yang likuid supaya uang mudah untuk dicairkan ketika terjadi keadaan mendesak dan membutuhkan uang dengan cepat.

  1. Investasi Pakai Uang Hutang

Perlu untuk selalu di highlight bahwa tidak ada yang pasti dalam investasi, jadi jangan tukar sesuatu yang pasti (hutang) dengan sesuatu yang tidak pasti. Investasi paling baik adalah menggunakan uang yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu atau biasa disebut dengan uang dingin.

  1. Kurang Ilmu

Penting bagi calon investor mengetahui apa itu high risk high return, yaitu sebuah investasi yang memiliki tingkat pengembalian uang yang tinggi (high return) juga memiliki tingkat risiko kehilangan uang yang tinggi (high risk).

Sekali lagi tidak ada yang pasti dalam dunia investasi. Kurangnya ilmu ini menjadi penyebab sebagian orang mudah tertipu oleh investasi bodong yang memberikan return yang sangat besar di waktu yang sangat singkat.

Selain itu, penting juga untuk calon investor mengenal profil risiko mereka sebelum memasukkan uang ke sebuah produk investasi. Setiap orang tentunya memiliki cara tersendiri dalam mengelola keuangan dan menerima kemungkinan kondisi terburuk kerugian.

  1. Tidak Memiliki Perencanaan yang Baik

Untuk mendapatkan keuntungan investasi kita memerlukan strategi dan konsistensi. Strategi yang dimaksud adalah membeli produk investasi di harga yang tepat dan saat yang tepat. Hal ini dapat kalian terapkan untuk mendapatkan keuntungan maksimal investasi jangka pendek. Sedangkan konsistensi ditujukan untuk investasi jangka panjang.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.