keluarga

Piutang yang Dirindukan. Jangan Baper, ya!

Kali ini kita bakal bahas perihal piutang. Jangan baper, ya. Artikel ini ambil positifnya saja. Saat utang piutang terjadi antara orang dekat, cenderung jadi menggampangkan.

Tak jarang akad utang piutang dilupakan. Bisa dengan lisan, bahkan hanya dengan beberapa untai kata lewat SMS.

Namun lain halnya kalau Anda sudah rapi dalam pencatatan keuangan. Anda pasti punya personal atau family balance sheet. Apa itu?

Menilik Kolom Piutang

piutang keluarga
Bentuknya berupa neraca saldo atau daftar kekayaan keluarga. Isinya terdiri dari aset kas, aset investasi, aset guna, aset tidak liquid, utang jangka pendek, utang bank, piutang, dan lain-lain.

Harapan Anda dan saya tentunya, kolom aset terisi penuh dan kalau bisa kolom utang nol. Aamiin.

Akan tetapi, kadang ada satu kolom yang jika terisi (dan masih saja ada isinya) jadi bikin gregetan atau emosi sesaat. Anda pasti tahu apa kolom tersebut. Yup, benar. Kolom piutang.

Dalam family balance sheet saya terdapat beberapa piutang. Bahkan, ada yang nilai piutangnya sampai ratusan juta. Di dalam kolom keterangan ada yang umurnya sudah lebih dari 5 tahun.

Jenis piutangnya pun beragam. Ada yang dalam bentuk rupiah, ada juga yang dinar. Bagi Papagon, yang bentuknya dinar lebih enak.

Jadi walaupun umur piutangnya sudah lewat 5 tahun, jumlah nilainya kurang lebih sama. Namun, yang bikin repot kalau bentuknya rupiah.

Umur piutang 5 tahun tentu sudah tergerus inflasi yang lumayan besar. Dilemanya, jika disesuaikan dengan inflasi nanti katanya riba. Tidak disesuaikan jadi kesannya dzalim. Wallahu’alam.

Coba, deh dirasakan. Kalau diingat-ingat, duit Anda yang banyak jadi piutang di orang, rasanya tiba-tiba bikin emosi, ya.

Apalagi kalau sudah muncul dzonDia sebenarnya mampu bayar, tapi kenapa tidak bayar dan nyicil, ya?”

Efek negatif kondisi begini, biasanya membuat silaturahmi jadi berantakan. Maka, sekarang saya memutuskan untuk tidak memberikan pinjaman ke siapa pun secara pribadi.

Akan tetapi, ada solusinya untuk hal tersebut. Dibentuklah “Dana Abadi Hartono” supaya bisa meringankan hati, tetapi tidak berefek merusak silaturahmi.

Semacam gerakan untuk memberi pinjaman tanpa bunga dan tiada biaya administrasi.

Peruntukannya bisa buat kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras, membayar biaya sekolah anak, membeli makan, atau modal usaha.

Nah, gerakan ini dimulai dari yang terdekat dahulu, saat ini subjeknya baru di keluarga besar. Teman-teman bisa menyontoh gerakan ini.

Ganjaran untuk Pemilik Piutang

keluarga

Allah Swt. mengerti perasaan manusia yang seperti ini. Maka, Allah Ta’ala berikan hadiah bagi orang-orang yang uangnya dipinjam orang lain dan tidak dibayar walau sudah jatuh tempo, dengan ganjaran nilai sedekah setiap hari senilai jumlah utang kita, bahkan bisa sampai dua kali lipat.

Berikut ini landasannya:

“Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah.

Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya”

(HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Nah sekarang, coba lihat lagi kolom piutang di neraca saldo Anda. Agar tidak berat lagi hatinya, bisikkan ke dalam hati. “Alhamdulillah, ini sedekah saya setiap hari.

Kalau yang punya piutang jutaan, anggaplah Anda sudah bersedekah jutaan rupiah setiap hari. Begitu juga yang punya piutang ratusan juta, anggap saja udah sedekah ratusan juta tiap-tiap hari.

Merasa lebih tenang, bukan? Walaupun, ketika Anda tiba-tiba teringat nominal piutang lagi, ada rasa yg susah diungkapkan.

Apakah ini rasa rindu?

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.