Story of Monkey Business: Kenali Bisnis Licik yang Berulang di Kehidupan

Di sebuah kaki gunung Andara terdapat sebuah perkampungan yang masih sangat tradisional dan natural. Sebagian besar penduduk kampung itu bekerja sebagai petani di ladang mereka masing-masing. Mereka kesal karena panen ladang mereka kerap dirusak oleh monyet-monyet yang datang dari atas gunung untuk mencari makanan.

Suatu hari, datanglah seseorang yang sangat kaya tiba-tiba membuat pengumuman di desa itu. “Bagi siapa yang dapat menangkap monyet, akan ku beli monyet itu dengan harga 10 dolar per ekornya”. Akibat tawaran Si orang kaya, penduduk desa mulai mencari dan menangkap monyet-monyet perusak itu dan menjualnya ke orang kaya tadi.

Karena banyak diburu, monyet di desa itu menjadi langka. Si orang kaya akhirnya menaikan harga beli monyet menjadi 20 dollar per ekornya. Kenaikan harga jual monyet itu menjadikan penduduk desa semakin bersemangat untuk memburu monyet yang sudah langka itu. Tanpa disadari, mereka telah beralih profesi menjadi pemburu monyet.

Setelah sekian lama diburu oleh penduduk, monyet di desa itu menjadi benar-benar menjadi langka. Hingga Si orang kaya menaikan lagi harga monyet menjadi 50 dollar per ekornya. Tanpa diketahui oleh penduduk desa, Si orang kaya memerintahkan anak buahnya untuk diam-diam menjual monyet-monyet yang telah ia beli sebelumnya.

Ia menjual monyet dengan harga 30 dollar per ekornya kepada warga desa yang berusaha keras mendapatkan monyet yang sudah langka di hutan gunung Andara. Sontak banyak sekali penduduk desa yang berbondong-bondong membeli monyet dari anak buah Si orang kaya seharga 30 dollar tadi untuk dijual kembali dengan harga 50 dollar ke Si orang kaya.

Namun, sebelum monyet tersebut sempat dijual ke Si orang kaya, Si orang kaya dan anak buahnya telah pergi meninggalkan desa dengan membawa keuntungan dari penjualan monyet itu.

Mungkin kemiripan cerita di atas pernah kita temui di kehidupan sehari-hari. Membuat suatu barang bernilai dengan menguasai pasokan barang itu lalu menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Gambaran sistem monkey business seperti itu ada di kehidupan kita dan terus berulang. Biasanya monkey  business digunakan untuk “menggoreng” suatu produk supaya produk tersebut terlihat berharga.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.