salat lima waktu

Uang Setan Dimakan Jin

“Uang setan dimakan jin,” Anda pernah mendengar istilah ini?

Tepatnya di Kalimantan Timur ada istilah “uang setan dimakan jin” jadi uang dari hasil yang buruk pasti akan membawa dampak yang buruk, berapapun jumlahnya.

Jangan dikira ini berlaku untuk uang yang nilainya jutaan atau miliaran saja.

Hal tersebut juga berlaku bahkan untuk tukang buah yang mengurangi timbangan dengan sengaja. Semua ada balasannya, biasanya kontan di dunia dan tidak perlu menunggu mati.

Biasanya banyak kejadian yang kemudian dialami pedagang yang curang.

Mulai dari anaknya yang sakit, barang yang baru dibeli langsung rusak, rumah kebakaran, toko kemalingan, ditipu sana-sini, atau lari ke hal-hal maksiat.

Hartanya jadi cepat habis karena tidak ada keberkahan di dalamnya. Ada contoh lainnya? Banyak!

bangkrut karena uang setan

Saya sudah mendengar cerita dari puluhan orang yang mendapatkan duit banyak dari menipu orang lain.

Nilainya ratusan juta sampai miliaran, dipakai untuk membeli mobil, motor, dan lain-lain.

Akan tetapi, tidak sampai setahun semuanya habis. Bahkan, sebagian sampai tidak bersisa.

Ada pula yang terkena skenario bangkrut karena istri muda atau wanita simpanan. Salah satunya mantan karyawan saya, salah duanya (mungkin) direksi BUMN yang sedang viral.

Jangan Mau Uang Setan, Carilah Rezeki dengan Cara yang Halal

Saya pernah ditipu beli tanah sampai miliaran, sakit hati, dan kesal rasanya.

Namun, tidak sampai 1 tahun, saya mendapatkan cerita dari notaris bahwa orang itu sekarang hidupnya berantakan.

Dia sampai jual barang-barang di rumahnya untuk sekedar membeli beras. Bahkan sampai harus meminjam ke sana-sini, termasuk ke notarisku.

salat lima waktu

Terakhir, dia masuk penjara. Di dunia sudah kena balasan. Padahal, balasan di akhirat masih menanti.

Intinya dalam mencari rezeki hendaknya kita pakai cara yang halal saja. Jangan tergoda dengan cara-cara buruk untuk mendapatkan uang.

Kalau dia kaya, tidak usah iri. Lihat saja nanti ujungnya bagaimana.

Pasti dibalas karena dalam Al-Qur’an sendiri seringkali kita diingatkan untuk “jangan melampaui batas.”

“Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu.

Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.”

QS. Thaahaa (Thaha) [20] : ayat 81

Mari kita saling instropeksi diri kita.

Astaghfirullah.
Semoga Allah Swt. melimpahkan rezeki yamg banyak, halal, berkah, dan berlimpah kepada kita semua. Aamiin.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.